pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Home > Mencari Orang Tua Asuh > Impian Seorang Anak Yatim Piatu

Impian Seorang Anak Yatim Piatu

November 8th, 2009

sandiImpian Seorang Anak Yatim Piatu, Mejadi Sarjanawan
(Korban Tragedi Sampit bernama M. Sandiawan)

Panggilan akrabnya adalah Sandi, ia adalah salah-seorang anak asuh Panti Asuhan “NURUL AMAL” yang keseharianya tinggal di Asrama. Yatim-piatu berkelahiran Palangkaraya-Kalsel ini salah-satu korban tragedi Sampit. Kedua orang tua dan 2 adik kandungnya meninggal dunia saat tragedi kejam yang tidak mengenal peri kemanusiaan tersebut. Sandi datang ke Jakarta dengan segudang harapan, untuk melanjutkan sekolahnya yang sempat putus karena tidak memiliki biaya.

Sebelum sampai di Jakarta, Sandi sempat dipungut orang Madura saat usianya masih SD kelas 3. Tapi karena faktor alasan ekonomi orang tua asuhnya, Sandi sempat pindah-pindah tempat, sampai 3 kali dipungut orang. Yang menjadi motifator kesiapan Sandi menyetujui pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah keinginannya yang begitu besar untuk dapat melanjutkan sekolahnya pada jenjang yang lebih tinggi. Sampai-sampai ketika ia melihat foto Pengasuh “NURUL AMAL” saat diwisuda, ia merasa kepengin sekali mengikuti jejak sang pengasuh tersebut.

Sewaktu sekolah SMP ia membiayi kebutuhan sekolahnya sendiri, dengan cara menjual tenaganya seperti mengambilkan rumput buat makan sapi orang, bekerja saat panen padi, dan menjadi tukang parkir dengan konsekuensi harus bolos saat giliran jaganya.  Sementara buku materi pelajaran dan seragam sekolahnya, ia minta pada temannya yang sudah tidak terpakai lagi. Kadang juga  ia beli denga harga lebih murah dan dengan sisitem bayaran cicilan.

Saat ini Sandi sedang menanti kedatangan seseorang yang berkenan menjadi orang tua asuhnya.  Supaya dapat membantu membiayai sekolahnya yang telah putus pada awal masuk kelas 2 SMA tahun kemaren. Harapan besar nan mulia tesebut, akhirnya dijembatani oleh YAYASAN AMAL CENTER INDINESIA yang memiliki Panti Asuhan NURUL AMAL. Sehingga nuansa hari-hari Sandi saat ini telah berhiaskan ilmu, ibadah, dan keterampilan/skill yang sengaja digali dari kemampuan dan bakat-minat terpendam yang ada pada dirinya.

Satu keinginannya kelak setelah ia sukses menjadi orang kuliahan dan memilki usaha cukup, ia akan mencoba mencari orang tuanya di kampung halamannya Kalimantan.  Untuk memastikan apakah mereka benar meninggal ataukah hanya terpisahkan oleh peristiwa laknat nan kejam, yakni tragedi “SAMPIT” yang banyak menelan korban.(har)

Saya akan bercerita tentang kehidupan yang saya jalani, sekeluarga terdiri dari ayah, ibu, saya sendiri dan kedua adik saya tapi adik kedua saya udah meninggalkan kami ketika ia mau lahir,setelah beberapa bulan kemudian ayah saya juga meninggalkan kami ia menggal dunia dan setelah beberapa bulan kemudian ibu kami berdua meinggalkan kami entah kenapa ia pergi meniggalkan kami berdua, setelah beberapa bulan adik yang saya sangat cintai juga menigngal dunia saya berharap jika suatu saat saya sukses nanti saya mau mencari ibu saya.

Saya tinggal sama kakek dan paman saya ,setelah dapat setahun saya di sekolah di kota Sampit Waringin TIMUR,Sesampai kelas 3 SD pada tahun 2000 tragedi yang sangat menakutkan bagi saya yaitu main kejar-kejaran tapi berbahaya.Mungkinkah saya dapat bertemu dengan ibu saya dan bagaimana kabarnya yang katanya juga ada di sampit itu juga saya ga’tau apa dia juga tak ada apa dia masih hidup dan ku benci banget mengapa tragedy itu terjadi.

sesampai di pulau MADURA saya  tinggal ma suami bibi saya dan melanjutkan sekolah hingga sampai lulus SD.Kemudian saya ingin melanjutkan ke tingkat yang lebih yaitu SMP ternyata keluarga tidak mengijinkan tapi saya tetap lanjut ternyata kepala sekolahnya baik banget saya di perbolehkan masuk di sekolahnya tanpa membayar uang pendaftaran dulu kata bisa bayarnya bila udah punya uang sampai saya lulus ternyata uang pendaftaran saya belum saya bayar tapi insyallah saya membayar semua itu suatu saat.Dan saya melanjutkan ketingkat MA untuk uang pendaftaran saya di bayarin wali kelas saya dan untuk masalah pakaian saya minta pada temen temen saya yang udah lulus dari SMA KEDUNDUNG alhamduli mereka baik banget untuk memberikan pakaiannya ke aku untuk masalah alat sekolah dan buku LKS ku berusaha denga cara membantu orang tua temen temen aku yang butuh tenaga seperti panen padi, mencari rumput, dan saya bekerja jadi tukang parkir setip hari selasa pagi aku bolos ikut temen kerja lumayanlah uangnya untuk keperluan sekolah sampai kelas 2 MA aku tidak mampu untuk bayar uang semester jadi aku tidak di perbolehkan ikut semester dan aku berhenti untuk sekolah maka dari itu aku masuk YAYASAN AMAL CENTER INDONESIA (ACI) mungkin aja aku bisa melanjutkan sekolah .AMIEN.

admin Mencari Orang Tua Asuh , , , ,